Ternyata bayi saya alergi susu sapi
Posted on: January 29, 2015, by : Vega Aminkusumo
ternyata-bayi-saya-alergi-susu-sapi

VegaAminkusumo.com – ini cerita lama, ketika anak kedua saya baru lahir. Mendadak ingin menulis tentang dia, biar nggak lupa, yaaa, siapa tau curhat saya bisa menambah wawasan para bunda dengan masalah yang sama. Saya ingat sekali,? bahkan ketika masih di rumah sakit, belum pulang kerumah, mumu bayi sudah kedapatan bersin – bersin beberapa kali. Pikir saya kali itu, mungkin karena dingin ac. Dan terpikir juga kalau bayi mumu alergi debu gitu deh, karena abangnya, anak pertama saya memang sensitif dengan debu.

Bersin2 itu memang akhirnya jadi flu dan batuk sih. Baru kali itu saya melihat bayi batuk yaa, dan baru kali itu juga merasakan punya bayi belum 1 bulan sudah kena flu. Kesian banget. Hidung mampet, bersin bersin, mau nyusu juga susah. Apalagi kl pas abis mimik susu terus batuk, biasanya lanjut jadi muntah deh… Sering banget.

ternyata-bayi-saya-alergi-susu-sapi
Mumu kecil yang lucu, sering ruam kulit di tangan, leher, dahi

Inget banget, dulu itu, kalau sedang flu, setiap selesai menyusui, bayi mumu saya tidurkan dengan posisi kepala di miringkan ke kanan, dengan bantal kecil agar kepalanya agak tinggi. Tujuannya agar jika tiba2 batuk dan muntah (iya, muntah, bukan gumoh lagi), muntah yang keluar bisa dengan mudah tertumpah keluar.
Kalau sudah kena flu begitu, pasti saya jadi banyak cucian kain bedong yang kotor karena kena muntah. Sering banget muntah deh >.< sampai gak tega… Saya jadi selalu was-was, karena tidak berani membiarkan bayi mumu tidur tanpa pegawasan. Kuatir tiba-tiba terbatuk lalu muntah cukup banyak, hingga tersedak.
Pernah sekali waktu, seperti biasa, bayi mumu muntah sehabis munyusu, dan muntahnya banyak sekali, sampai keluar lewat hidung segala. Untungnya sat itu saya ada di sebelahnya, jadi begitu dia muntah, langsung saya angkat dari posisi tidur…
Dan setelah itu, setelah selesai muntah, dan selesai saya bersihkan badan dan tempat tidurnya, biasanya bayi mumu tertidur pulas.
Masa-masa ribet yang tidak akan terlupakan 🙂

Awalnya tentu saya pikir, wajar ya, kalau sedang flu, batuk dan pilek, setelah minum susu, biasanya lalu muntah, bersamaan muntah keluar juga dahak yang mengganggu.
Namun ternyata, setelah diperhatikan, bayi mumu muntah tidak hanya ketika terserang flu, batuk dan pilek saja. Bahkan saat sedang sehat dan kondisi baik, bayi mumu juga sering muntah. Iya, muntah, bukan sekedar gumoh. Saya mulai heran. Namun karena sudah terbiasa menangani bayi mumu muntah, jadi, tidak terlalu curiga. Yang mengesalkan justru biang keringat yang selalu muncul. Hilang timbul. Awalnya hanya daerah dahi, tapi kemudian lengan juga. Saya pikir karena cuaca, dan kamar tidur kami tidak menggunakan AC, jadi wajar kalau biang keringat seperti itu.
Sampai akhirnya suatu saat bayi mumu muntah ketika tidak bersama saya.

Saya yang setiap hari menghadapi kondisi “sehabbis menyusu, lalu muntah” sudah menganggap hal itu biasa, hingga tidak terpikur kalau ada penyebab lain. Apalagi kenaikan berat badan bayi mumuntdak terganggu. Jadi makin tidak terpikir deh.
Nah, kebetulan ada orang lain yang melihat bagaimana bayi mumu ketika muntah. Tentu saja langsung melihat kondisi yang tidak wajar. Mulailah muncul pertanyaan, dan juga saran agar mengganti pola makan, menjadi lebih banyak sayur2an, dan menghindari daging2an.
Jreng, jreng…., langsung saja seolah kejadian2 sebelumnya menjadi seperti potongan teka teki yang saling terhubung dan makin jelas hasil akhirnya.

Bayi mumu saat itu masih asi ekslusif, berarti apa yang saya makan sangat mempengaruhi asi yang menjadi sumber nutrisi satu-satunya bayi mumu. Saya mulai mendata makanan apa saja yanng saya konsumsi saat itu. Jreng jreng…, tersangka utamanya susu bubuk coklat sachet yang selalu saya konsumsi. Yaa, karena disamping rasanya enak, membuatnya juga praktis, tidak perlu menggunakan air panas. Saat itu saya belum ada asisten rumah tangga, baru pindahan rumah, dan memiliki bayi. Lebih mudah menyiapkan segelas susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dari pada belanja dan memasak sendiri, hihi. Lebih seringnya sih, beli makanan matang di warung dekat rumah. Segelas susu coklat menjadi andalan, yang hampir setiap jam menyusui saya minum segelas.

Setelah menemukan kemungkinan bayi mumu alergi susu, saya mulai menjaga diet. Tidak mengkonsumsi susu beberapa hari. Dan ternyata memang 😀
Dan setelah masalah diketahui, masalah muntah mulai berkurang, dan biar keringat juga makin berkurang 🙂