Suka Bingung Menghadapi Anak Yang Tidak Mau Mengalah? Simak Yaa ;)
Posted on: May 15, 2014, by : Vega Aminkusumo
cara-mengatasi-anak-yang-tidak-mau-mengalah

 

Orang tua mana yang senang melihat anaknya berebut, tidak mau mengalah, saling memaksakan kehendak, hihi, banyak lagi.
Begitulah namanya anak-anak, apalagi kalau kakak-adik yang setiap hari selallu bertemu. Kalau dipisahkan mereka saling kehilangan, mencari saudaranya. Tapi kalau ngumpul, ya, kadang bisa akur asyik main bersama, tak jarang bisa mendadak rame perang bratayuda 😀

Naah, tanpa sengaja saya merekam momen seru antara Mumu dan Bebe nih. Saat mereka sama-sama nggak mau mengalah.
Jadi ceritanya begini.
Sabtu pagi itu kami main ke UI, untuk sekedar jalan santai menghirup udara segar. Mumu, Bebe dan Emaknya beraktivitas di depan danau UI (depan perpustakaan UI) sementara bapak dan abangnya lari pagi dan bersepeda keliling UI (nggak keliling beneran sih :p ).
Aktivitas yang paling disenangi anak-anak ya, berjalan di pinggiran beton2 dudukan yang menghadap ke danau UI. Mereka bisa mengitari sepanjang beton yang bisa dilewati, dan berusaha tidak menginjak rumput.
Seru juga lho. di satu sisi mereka melatih kesetimbangan, terutama di bagian2 beton yang agak menanjak, dengan kemiringan tertentu. Dan tanpa harus dijelaskan mereka memilih tidak ingin menginnjak rumput, sebisa mungkin tidak. Hihihi, padahal kan tidak apa-apa yah. Tapi jadi kurang seru dong, kalau semua boleh.
Nah, baru kali itu kejadian, mereka jalan sendiri-sendiri, tidak beriringan. Awalnya masing-masing asyik dengan rutenya, gembira karena merasa mandiri menentukan mau melangkah ke mana. Hihihi, Iyah, kemana aja boleh, asal masih dalam jarak pandnag Emaknya 😀

Masalah mulai muncul ketika tanpa direncanakan mereka bertemu di titik yang sama, berhadap-hadapan, di bagian yang agak miring pula.
Di satu sisi Bebe merasa Mumu menghalangi jalannya, demikian pula sebaliknya. Masing-masing merasa paling berhak untuk lewat. Kondisi seperti ini, saya biasanya bingung hehe… dua-duanya tidak salah soalnya hehe.
Mumu memang cenderung bertahan jika diserang, tapi jadi agak cengeng. Sedangkan Bebe cenderung agresif ketika merasa terancam, dan jadi terlihat galak, tapi semakin galak biasanya itu artinya semakin nyariss akan menangis hihihi.

Pegangan saya, dalam menghadapi situasi seperti ini, biasanya yang penting:
-masing-masing tidak melukai baik secara fisik maupun kata-kata.
Dan kalau sampai ada salah satu yang menangis, saya lebih senang semua menangis. biar sama semua 😀
jadi yah, begitulah. simak sendiri videonyyaah 😉

Lucunya setelah menangis dan dipeluk, tidak perlu waktu lamasi Bebe bisa menemukan moodnya kembali, dan melanjutkan perjalanannya yang terhambat tadi.
Sementara Mumu, kebetulan hari itu dia masih agak flu, jadi walaupun sudah tenang, tetap inginnya nempel emaknya 😀

Tidak salah kalau kakak adik sama-sama tidak mau mengalah yaa. Tapi tentu pasti ada cara agar semua senang. Ini cara saya menghadapi si Mumu-Bebe kalau sudah nggak ada yang mau mengalah 😀

Tips menghadapi anak yang tidak mau saling mengalah