Menghadapi Rengekan Anak (lanjutan)
Posted on: November 23, 2014, by : Vega Aminkusumo
cara-menghadapi-anak-yang-sedang-merengek

VegaAminkusumo.com – Ternyata perlu berbulan-bulan ya, untuk saya menyelesaikan artikel lanjutan ini 😀
Hihi, sempat terlupakan kalau ada yang belum tuntasss. Jadi, kita langsung saja yaa, poin ketiga, menurut saya ini poin yang sangat menentukan, yaitu: Kerja sama dengan dewasa lain.
Langsung ke curhat saya yaaa 😀

Sebagai ibu rumah tangga, yang berinteraksi dengan anak full 1×24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Sangat wajar muncul rasa bosan, mudah kesal, tidak berdaya, dan sejenisnya. Ibu kan juga manusia, yang kadang mendadak gampang emosi dan tidak sabaran. Naaah, di sinilah pentingnya seorang ibu untuk bisa memahami diri sendiri, kapan harus meminta tolong orang lain dalam menghadapi anak-anak.
Hmm… Bingung yah, maksudnya bagaimana?
Saya beri contoh kasus saja yah, yang biasanya terjadi di rumah kami.

Anak petama saya, laki-laki, dan termasuk aktif nggak bisa diem. Ada masa-masanya dulu, seingat saya, dia hampir tiap hari nangis. Nangis yang marah-marah atau ngotot karena ingin sesuatu, tapi tidak saya turuti.

Kalau di rumah hanya saya dan anak saya, lebih sering saya biarkan dia protes sendiri. Dan kalau saya tidak tahan ingin marah (yaaah, saat2 anak rewel itu memang cobaannya luar biasa :D) , kala tidak tahan, saya biasanya menunjukkan rasa marah dengan meninggalkan ruangan tempat anak rewel. Dan kalau tetep diikutin, saya paling senang masuk kamar mandi, dan mengunci pintu dari dalam .. Hehe.
Intinya adalah, memberik kesempatan diri untuk tetap tenang sesaat. Dan kadang kita perlu menjauh dari anak, agar bisa tenang. Yaaa, daripada terus marah2, ke anak, tidak terkendali… Sebaiknya tenangkan diri sejenak.
Biasanya setelah itu suasana membaik, karena anak sadar keinginannya tidak akan dipenuhi walau dia teriak sekeras apapun, dan anak takut karena emaknya marah sama dia, terbaca dari sikap saya.

Nah kalau di rumah saat itu ada suami, saya biasanya meminta bantuan suami untuk menghadapi anak 😀
Contoh kasusnya, misala anak tidak mau membereskan mainan, kemudian ujung2nya mau, tapi maksa musti sama saya beres-beresnya (bentuk tawar menawar yang seringkali tidak bisa di tawar, karena dulu kami ada peraturan masalah mainan). Akhirnya dia nangis gak mau beresin mainannya kecuali sama saya.
Nah, biasanya saya tinggalkan masalahnya biar ayahnya yg mengarahkan dia.
Dan biasanya, lebih mudah beresnya 😀

Jadi, sekali lagi, salah satu hal penting dalam menghadapi rengekan anak adalah, memahami diri sendiri kapan saatnya memilih opsi “bantuan orang lain” 🙂

cara-menghadapi-anak-yang-sedang-merengek