Memilih Ketela Yang Tepat
Posted on: September 24, 2014, by : Vega Aminkusumo
tape dari singkong / ketela pohung

tape dari singkong / ketela pohung

VegaAminkusumo.com – ini gara-gara membeli tape singkong, pas kebetulan rasanya enak, kemudian ayah saya berkata, “Memang, untuk tape itu, yang enak ketela yang putih.”
Waaah, ternyata ada jenisnya juga. Walopun saya masih harus membandingkan berdampingan, untuk bisa membedakan. Tapi mungkin bisa di coba praktekkan, perhatikan penjual tape yang lewat. Kebayakan mereka menjual tape yang dioleh dengan singkong berwarna kuning (singkong mentega)
Akhirnya, ujung2nya saya menulis tentang singkong berdasarkan pengetahuan ayah saya 😀
Silahkan di baca yaaa, jenis2 singkong / ketela.

1. Ketela Pohung: / singkong biasa
Ini jenis yang banyak beredar di pasaran, bentuknya standard dan warna dagingnya putih.
Ketela ini pun memiliki banyak varian lagi, yg bida dikenali dari rasanya.

2. Ketela / singkong Mentega:
Ketela jenis ini termasuk baru ada di indonesia, bibit awalnya dulu sekitar tahun 60an, kemungkinan diimport dari luar. Kemudian populer karena warnanya kuning cantik, walaupun untuk masalah rasa, sebenarnya ketela pohung lebih enak.
3. Ketela / singkong Jinten:
Ciri yang khas dari ketela ini, ukuran lebih kecil-kecil.
Yang membedakan secara fisik, tangkai daun ketela jinten ini berwarna merah, dan kulit ketelanya berwarna lebih hitam gelap.
Untuk masalah rasa, jenis inilah yang sebenarnya yang paling enak *versi ayah penulis*
Namun untuk keperluan industri makanan, jenis ini tidak dipakai (dihindari) karena ukuran yang kecil2, memakan waktu lebih untuk
4. Ketela / singkong mukibat, yang merupakan okulasi antara ketela pohung sebagai bagian bawah, dengan ketela taun (ketela karet).
Usaha kreatif ini bertujuan untuk memperpanjang usia pohon, karena pohon singkong adalah tanaman semusim, yang hanya bertahan dalam hitungan bulan, sementara pohon ketela karet bisa tahan dalam hitungan tahun, namun tidak enak untuk dikonsumsi ketelanya.
Karena usia pohon yang bisa cukup panjang, ketela jenis ini bisa memiliki ukuran yang fantastis, panjang dan besarnya.
5. Ketela / singkong gajah :
Jenis ini termasuk baru dibudidayakan.
Berasal dari Kalimantan Timur, jenis ketela gajah ini di perkenalkan kembali pada tahun 2006, kemudian mulai dikembangkan untuk budidaya pada tahun 2008.