Belajar Menyapih Anak Bersama Si Manis
Posted on: August 1, 2014, by : Vega Aminkusumo

Bagaimana cara menyapih anak yang nyaman? Kapan saatnya menyapih anak yang tepat? Artikel ini sekedar berbagi pengalaman dari saya, dengan 3 anak yang manis2, dengan 3 situasi yang berbeda. Ehem, dan kalau boleh jujur, saya sedikit belajar dari si manis para kucing yang pernah saya pelihara untuk masalah sapih menyapih anak hihihi ^_^

Sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit, bahwa saya bukan termasuk ibu2 muda pada umumnya yang akhir2 ini lebih mengutamakan menunggu kesiapan anak untk berhenti menyusui. Hihi, tidak ada yang salah dengan pandangan demikian, hanya saja saya lebih nyaman dengan aturan sendiri, menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Jadi yaa, ketiga anak saya sudah tidak menyusui ketika usianya 3th.
Anak pertama saya berhenti menyusui ketika usia 1 th 6 bln, anak kedua ketika berumur 1 th 6 bln (kalau tidak salah ingat), sedang anak ke tiga berhenti menyusui ketika berusia 2 th.
Untuk masing2 anak, saya memiliki alasan tersendiri kenapa memutuskan untuk menyapih mereka, berdasarkan kondisi saat itu 🙂

Saya ceritakan satu persatu yaaa, dari anak pertama. Tapi sebelumnya ini sedikit tips saya dalam menyapih 🙂

1. Persiapkan diri anda, karena menyapih bisa beberapa hari, bisa beberapa minggu, bisa juga beberapa bulan baru selesai. Yang penting adalah, begitu berhasil menghapus satu jadwal menyusui, jangan tergoda untuk membuka praktek menyusui lagi di jadwal itu. Konsisten akan memudahkan anak untuk move on 😀

2. Pertimbangkan aktifitas atau rutinitas sebagai pengganti kegiatan menyusui. Kalau saya, kegiatannya antara lain, bisa di tepuk2 atau usap2 punggung jika menyapih jadwal tidur malam.

3. Mulailah menyapih dari jadwal yang paling mudah. Kurangi jadwalnya perlahan/ satu persatu. Hapus jadwal yang paling erat ikatan emosinya paling terakhir.
Kalau saya, jadwal menyusui siang hari yang pertama kali di hapus. Disamping sangat menenangkan saya pribadi, karena siang hari biasanya kita bepergian ke sana sini, jadi saya tidak perlu kuatir harus menyusui dalam perjalanan ^_^
Mudah bagi si kecil karena aktifitas siang hari yang padat dan menarik sudah cukup membuatnya lupa jadwal menyusu.

Bersambung

Belajar Menyapih Anak Bersama Si Manis